Welcome!!

Selamat datang di blog milik Andika Candra Jaya (a.k.a TheCruiser)

27 Mei 2009

Korek lebih dalam La Corda D'Oro





La Corda D'Oro ini awal sekali keluar sebagai game dating-sim yang dikhususkan untuk gamer cewek (Shojo game!) dan setelah setengah tahun, manga menyusul. Saat ini, manga La Corda D'Oro udah muncul sebanyak 14 edisi di Jepang sono. Di Indonesia (sampai mid-agustus, saat drafnya rampung) baru tujuh edisi, lambret amir!! Lama kemudian, Oktober '06, animenya rilis di Jepang. Dari game sampai manga, shojo murni! Serasa jadi maho karena anime ini. Tapi, aku jadi punya bahan riset fisika akustik pada violin dan klarinet

Pada dasarnya, La Corda ini berkisah tentang romansa dipadukan dengan dunia musik klasik (bayangin sendiri). Protagonisnya Kahoko Hino (siswi kelas 2 divisi 2 Gen-Ed, belajar seperti kita-kita di Indonesia). Murid Gen-Ed dipaksa bermusik oleh peri musik, Lili, dengan violin ajaib sementara sekolahnya memiliki Jurusan Musik (a.k.a Mus-Dep). Dia gadis yang polos dan agak rentan depresi. Terutama saat dia mendapat intimidasi dari Len Tsukimori, saat senar violinnya putus di Opus 17 (aku tak mau mengulas ini, terlalu emosional), dan sebelum perkara senar, serangan dari Len Tsukimori juga (Opus 16).
Protagonis kedua adalah Ryotaro Tsuchiura yang menjadi beking dari si Kahoko ini. Sesama anak Gen-Ed, tapi beda divisi (dia divisi 5). Dia dulunya pianis semasa SD, tapi berhenti lantaran kalah umur waktu kompetisi junior (jurinya keparat). Sebelum bertemu Kahoko, dia aktif di klub bola sebagai MF kedepan. Awal mereka bertemu adalah waktu Kahoko nyaris terjun bebas dari tangga lalu dia menangkapnya. It was so close. Kemudian dia juga menolong Kahoko dengan menggantikan pianis yang seharusnya mendampingi Kahoko (dia kabur entah kemana) dan Kahoko nyaris didis. WHAT THE JERK. Tsuchiura kemudian dinyatakan mengikuti kompetisi musik mulai ronde kedua dst.
Musuhnya Kahoko, walaupun tidak secara eksplisit disebutkan, adalah Azuma Yunoki (3 divisi A Mus-Dep). Tambah kurang ajar lagi, sikap intimidatif itu ditunjukkan HANYA pada Kahoko (opus 12-14). Kepada yang lainnya dia bersikap sangat baik, sempurna. Konon, sikap keparat itu gara-gara neneknya dan aturan keluargannya yang maha-kolot. Ternyata-oh-ternyata, neneknya beneran keparat. Bukti : tonton opus 14. Sebenarnya, Yunoki-senpai itu siapa? Apa orang baik yang "sempurna" atau intimidator cap kabel. Senior ini mengambil flute dengan saran kakeknya setelah dilarang main piano oleh neneknya yang keparat itu (ada semacam konstitusi di keluarga Yunoki yang menyatakan adik tidak boleh melampaui kemampuan kakaknya).
Kita beralih ke senior lainnya, Kazuki Hihara yang sangat ramah. Kebalikan dari Azuma Yunoki, dia menganggap Kahoko sebagai sahabat atau mungkin pacar (Opus 15). Sebelum kenal terompet, dia adalah sprinter semasa SD sampai SMP kelas 1. Dia berkenalan dengan alat musik ini ketika dia secara tidak sengaja bertemu dengan seniornya yang ikut dalam Brass Band di sekolahnya. Kisahnya ada di Opus 10-15, sekitar itu.
Setelah beres dengan anak senior, kita beralih ke second year Mus-Dep, Len Tsukimori. Anak dari divisi A Mus-Dep. Dia adalah pesaing utamanya Kahoko sebagai sesama violinis. Sifatnya sangat dingin, nyaris seperti es dan dia selalu bicara dalam bahasa ala EYD Jepang. Musiknya bertipikal full teknik, tanpa emosi. Entah kenapa sejak bertemu Kahoko, musiknya terbalik 180 derajat. Ini konon katanya karena ortunya memang dasar musisi top-markotop, nyokapnya pianis, bokapnya bos pabrik instrumen. Sampai 2 generasi diatasnya berkecimpung di dunia musik.
Cukup dengan second year yang memang cuma sendirian, sekarang ke kalangan kohai (junior). Dari divisi A, Keiichi Shimizu, si tukang tidur. Ala Hamtaro, dia bisa ditemukan tidur dimanapun, kapanpun. Kohai pirang ini main cello (violin, but supersize : 120 cm sekian tanpa endpin). Dia seringkali bengong dan dia menjalani hidup dalam temponya sendiri.
Anak kelas 1-B Musik, Shoko Fuyuumi, spesialisasi di klarinet. Junior yang sangat pemalu (dan dalam beberapa kasus, penakut). Dia tinggal bersama orangtuanya yang kaya raya, plus, dia anak tunggal. Kohai berambut cyan ini memiliki satu kelemahan yang "harus diakui" lumayan fatal : dia lemah terhadap cowok (dari Opus 22-24, sekitar itu) Pernah ada anak kelas 1 Gen-Ed bilang suka padanya dan dia langsung mati kutu! Walaupun sebenarnya, ya harus diakui, dia lumayan manis (menjurus imut) juga .....

Sekarang, alur ceritanya yang dijabarkan dalam 25 episode [Opus] plus special episode di musim panas. Cerita dimulai secara kejutan, Kahoko yang nyaris terlambat bertemu secara mendadak dengan peri musik Seiso Gakuen, Lily. Kemudian, kejutan lainnya : Kahoko diumumkan ikut dalam kompetisi musik sekolah, padahal jelas-jelas dia tidak bisa main musik . Siangnya, Kahoko diberikan biola ajaib ("maho no baiorin" dalam bahasa aslinya) dan dia bertemu dengan satu kontestan lainnya, Len Tsukimori yang kaku dan sedingin nitrogen cair. Dikenalkan pula si Shoko Fuyuumi (anak kelas 1) yang diintimidasi oleh triad penyembah Yunoki.
 
Tweets by @RealCruiser