Welcome!!

Selamat datang di blog milik Andika Candra Jaya (a.k.a TheCruiser)

16 Agustus 2017

Rapid release: Kemana Symphogear AXZ episode 06-07?

Ada beberapa teori yang mungkin terjadi terkait dua episode Senki Zesshou Symphogear AXZ episode 6 dan 7 yang belum juga rilis subtitle-nya:

  1. Commie Subs (yang biasanya garap) ada rencana trolling penikmat dengan double-release. Aku masih belum bisa membuktikan teoriku yang ini
  2. Orang yang mengerjakannya sedang piknik/sakit. Kita tahu subbing perlu kerjasama antara penterjemah, penyelaras waktu, dan stylist. Salah satu off-duty, lambat semua
  3. Memang level kesukaran subbing anime-nya tinggi. Dengan banyaknya keyword dan lagu (yang sebenarnya belum dirilis versi album), anime bernafaskan musik seperti Symphogear kerap menjadi masalah bagi fansubber yang belum memiliki kualifikasi bahasa Jepang setara native speaker.
Update 21 Agustus 2017: Episode 6 sudah dirilis oleh Commie tanggal 16 kemarin (sebelum kemerdekaan) dan tanggal 19 Episode 8 rilis raw (cek ke: https://nyaa.si/?f=0&c=0_0&q=symphogear), berarti Commie masih hutang dua episode. Whoever the translator is, kindly catch up with your debt.

Update 23 Agustus: Episode 7 sudah rilis tanggal 21 malam (Jakarta Time??)

Apakah riwayat anime terancam?

Sumber: http://yaraon-blog.com/archives/111171, http://jurnalotaku.com/2017/08/14/hidup-anime-jepang-tinggal-3-tahun-menurut-ramalan-hideaki-anno-ini-kata-netizen

TL;DR: tergantung pasar,

Pertama, kita pandang pertanyaan ini dari aspek definisi. Jika kita memandang anime sebagai animasi murni dari Jepang, maka jawabannya adalah mungkin jadi. Diprediksikan sumberdaya (uang dan manpower) untuk memproduksi anime di Jepang terancam habis sekitar tahun 2020. Kupandang ini adalah momentum untuk mengurangi pasar anime dari "general market acceptability" jadi "niche market". Saat ini, budaya pop Jepang (termasuk anime) sudah "tercemar" sindrom budaya pop dimana dalam upaya memenuhi selera pasar umum, anime rela 'turun kelas' dan mengincar pasar paling mainstream.

Kemudian, kita perhatikan asumsi bahwa anime adalah animasi yang dibuat dengan pengaruh gaya menggambar Jepang. Dalam kasus ini, kita bisa menjamin anime akan bernasib sama seperti mobil Jepang: industrinya akan dialihkan ke luar. Mungkin masih ada yang dikerjakan di Jepang, tapi tidak banyak.

Terakhir, kita kaji dari segi regenerasi pelaku industri, terutama mereka yang dilihat hasil kerjanya oleh penggemar: animator, VA, dan musisi. Yang paling kentara kendala regenerasinya adalah animator karena animator, yang mulai berkarir sebagai in-between animator, sulit merangkak naik dan memiliki gaji awal minim. VA juga terkendala dalam regenerasi karena lebih banyak pendatang baru dibandingkan mereka yang pensiun. Aku kesulitan melacak tentang musisi, kecuali VA yang bisa menyanyi
 
Tweets by @RealCruiser