Sumber:
http://yaraon-blog.com/archives/111171,
http://jurnalotaku.com/2017/08/14/hidup-anime-jepang-tinggal-3-tahun-menurut-ramalan-hideaki-anno-ini-kata-netizen
TL;DR: tergantung pasar,
Pertama, kita pandang pertanyaan ini dari aspek definisi. Jika kita memandang anime sebagai animasi murni dari Jepang, maka jawabannya adalah mungkin jadi. Diprediksikan sumberdaya (uang dan manpower) untuk memproduksi anime di Jepang terancam habis sekitar tahun 2020. Kupandang ini adalah momentum untuk mengurangi pasar anime dari "general market acceptability" jadi "niche market". Saat ini, budaya pop Jepang (termasuk anime) sudah "tercemar" sindrom budaya pop dimana dalam upaya memenuhi selera pasar umum, anime rela 'turun kelas' dan mengincar pasar paling mainstream.
Kemudian, kita perhatikan asumsi bahwa anime adalah animasi yang dibuat dengan pengaruh gaya menggambar Jepang. Dalam kasus ini, kita bisa menjamin anime akan bernasib sama seperti mobil Jepang: industrinya akan dialihkan ke luar. Mungkin masih ada yang dikerjakan di Jepang, tapi tidak banyak.
Terakhir, kita kaji dari segi regenerasi pelaku industri, terutama mereka yang dilihat hasil kerjanya oleh penggemar: animator, VA, dan musisi. Yang paling kentara kendala regenerasinya adalah animator karena animator, yang mulai berkarir sebagai in-between animator, sulit merangkak naik dan memiliki gaji awal minim. VA juga terkendala dalam regenerasi karena lebih banyak pendatang baru dibandingkan mereka yang pensiun. Aku kesulitan melacak tentang musisi, kecuali VA yang bisa menyanyi