Welcome!!

Selamat datang di blog milik Andika Candra Jaya (a.k.a TheCruiser)

27 Oktober 2012

Tari Tari Final Review

Anime musim panas 2012 (Juli-September) yang menjadi kampiun di liga Cruiser musim panas ini adalah Tari Tari setelah meninggalkan "Kono Naka ni, Imouto ga Iru!" dan "Dakara Boku ha, H ga Dekinai" dengan skor lumayan njomplang. Di liga gabungan, Tari Tari ini berhasil duduk setara La Corda D'Oro (hanya kalah lawan Senki Zesshou Symphogear dan R-15).

Secara etimologis (Jepang tentunya), 'Tari Tari' bisa berarti 'melakukan ini dan itu' atau padanan persisnya menurut MyAnimeList, "Doing this, doing that". Mungkin banyak yang masih bingung apa artinya, tapi tokoh-tokoh anime ini memang melakukan banyak hal dari musik sampai teater. Kaget? Ya, mereka benar-benar main teater.

Anime ini beredar selama 13 minggu (aka 13 episode). Lumayan panjang buat anime single-course. Produsennya adalah P.A Works yang memang terkenal sebagai penghasil anime tokcer (True Tears).

Plot anime ini berkisah pada lima anak SMA tahun ketiga yang dipersatukan oleh musik dan memanfaatkan musik untuk menggapai impian bersama. Dengan Symphogear, AKB0048, dan NatsuKise mengisi empat dari enam slot anime dua musim sebelumnya, tahun 2012 adalah jaman kejayaan anime kaya-musik di liga Cruiser.

Tokoh-tokoh:

  • Wakana Sakai (seiyuu: Ayahi Takagaki, Chris Yukine [dat oppai] di Senki Zesshou Symphogear). Gadis pindahan dari jurusan musik ke reguler lantaran dia terpaksa drop musik setelah ditinggal mati ibunya, Mahiru Sakai, lantaran sakit dan si Mahiru ini sendiri menyembunyikan sakitnya demi Wakana biar dia bisa fokus buat ujian masuk Shirahamazaka. Sejak itu, dia jadi penyendiri dan (secara literal) tsundere. Dalam satu kesempatan, bapaknya (Keisuke Sakai) mengeluarkan kertas musik buatan Mahiru untuk diselesaikan Wakana. Sejak itu, Wakana kembali ke jalur musik. Sepanjang anime, dia hampir selalu kuncir ekor kuda dan di kelas dia memakai kacamata (mungkin minus) berbingkai pink.
  • Konatsu Miyamoto (seiyuu: Asami Seto, Ayase Chihaya di Chihayafuru). Loli (1000% asli, mungil dan bodinya nyaris flat as board) ceria. Dulunya dia ikut klub paduan suara, tapi belakangan desersi dari klub ini lantaran bentrok dengan pelatihnya, Naoko Takakura, setelah si Konatsu ini kena demam panggung. Dialah pendiri klub barisan sakit hati yang kita kenal di anime ini.
  • Sawa Okita (Saori Hayami, Ikaros di Sora no Otoshimono). Ciri yang paling nyolot mata adalah oppai besar (banding sama dua cewek lainnya, dia yang paling boing-boing). Konflik di anime ini adalah saat dia ingin belajar berkuda, tapi ditolak di Jepang lantaran ukurannya di atas standar. Dengan tinggi 167 cm dan berat agak diatas rata-rata (FYI, di Jepang, tinggi diatas 167 cm itu sudah persentil ke 97 dengan asumsi rata-rata 158, standar deviasi 5 dan kurva distribusi normal)
  • Tanaka Taichi (Nobunaga Shimazaki, Ryou Sakurai di Kuroko no Basketball). Si pemain badminton satu-satunya di Shirahamazaka. Forever alone? 9000%. Fakta bicara: kemampuan seni lukisnya agak suram.
  • Atsuhiro "Wien" Maeda (Natsuki Hanae). Pindahan dari Austria setelah 12 tahun di sana, makanya namanya Wien (nama German buat Vienna). Penggemar berat Ganbaranger (sebut saja varian lain Power Ranger). Dia buta sama budaya modern Jepang sampai titik dimana dia konsultasi sama buku pegangannya dan salah menafsirkannya sehingga menjadi situasi yang agak awkward

Tokoh lain

  • Keisuke Sakai, bapaknya Wakana. Trolldad, bahasa sederhananya
  • Mahiru Sakai, mendiang ibunya Wakana. Alumni SMA Shirahamazaka dan pendiri klub paduan suara 'resmi'. Jago menulis lagu.
  • Naoko Takakura, wakasek Shirahamazaka. Sebagian tsundere, sebagian yandere (lho?). Teman seangkatannya Mahiru
  • Shiho Okita, ibunya Sawa. Doyan selancar dan memiliki tabiat yang sama jeleknya dengan anaknya: tepuk pantat temanmu untuk memberi semangat. Juniornya Mahiru waktu SMA

Plot

Bicara sederhana, anime ini wara-wiri di perjuangan lima anak senior di SMA untuk mencapai mimpinya. Karena mereka berlima kompak menyelesaikan masalah setiap orang dan mereka melakukan ini dan itu, makanya anime ini memiliki judul "Tari Tari" yang berarti "melakukan ini dan itu". Anime ini mengambil setting di periode saat ini (give-or-take 2 tahun) dan bertempat di Fujisawa dan Kamakura, perfektur Kanagawa (La Corda juga mengambil tempat di perfektur yang sama, cuma dia di Yokohama)

Jangkauan kisahnya

Empat episode pertama belusukan di perjuangan Konatsu mencari anggota dan membuat klub 'barisan sakit hati' dia diakui penuh. Mulai dari upaya si loli ini mendapatkan cukup anggota untuk tampil resmi sampai akhirnya hampir semua desersi. Kemudian dia bermain bulutangkis lawan Tanaka dan mencapai titik kompromi. Akhir arc ini adalah saat mereka (minus Wakana) tampil di sebuah toko yang notabene agak jauh dari pantai.
Dari bagian belakang episode 4 sampai episode 6 menjadi arc spesial Wakana saat dia menggalau soal musik. Awalnya Wakana minta piano di kamarnya disingkirkan, tapi bapaknya diam-diam menaruhnya di tempat lain. Pertengahan episode 6 menjadi momen mewek pertama. Wakana gone teary!!
Episode 7 dan 8 adalah momennya si Sawa lantaran dia ingin berkuda tapi dilarang bapaknya. Dasar konservatif, berkuda dibilang ajang taruhan. Hambatan lanjutan datang dari sekolah berkuda lokal yang memang membatasi titik atas ukuran penunggangnya. Sawa masuk mode yaoming, dia mengabaikan banyak kalori (secara teknis, dia menderita malnutrisi ringan). Setelah sempat sakit, ada satu keajaiban: akademi berkuda luar negeri menerimanya.
Sedikit Sains disini, abaikan paragraf di bawah ini kecuali berminat
Genetik orang Jepang memang agak pendek dengan tinggi badan rata-rata untuk wanita 158 cm dan standar deviasi 5 cm. Jika kita menilik dengan asumsi tinggi badan ini terdistribusi normal, maka tinggi badan 167 cm secara teknis sudah ada di persentil ke-97 menurut standar Jepang. Di lain pihak, genetik bule memiliki tinggi badan rata-rata 163 dan standar deviasi 5. 167 cm berarti tidak jauh melenceng dari rata-rata (ada di persentil ke-79). Disini menangnya si Sawa.
Episode 9 dan 10 adalah saatnya si Wien beraksi dengan menjadi superhero. Lima remaja ini kemudian dikenal selama 2 episode ini sebagai "Nishinohashi Heroes, Market Ranger". So far so good, kecuali ketentuan Shirahamazaka melarang murid kerja paruh-waktu kecuali ada ijin khusus dan kebetulan Naoko memberi ijin saat dia sedang galau (mungkin lantaran masih belum bisa terima ditinggal mati kawannya, Mahiru)
11-13 adalah perjuangan besar-besaran demi menyelenggarakan festival Shirahamazaka walaupun gedung sekolah mau dibongkar dan dijadikan perumahan warga lansia Jepang. Kita akui bersama, Jepang sedang dilanda masalah kependudukan: angka kelahiran turun, jumlah warga berusia lanjut meroket, dan imigrasi nyaris dapat dianggap nol. Menilik kasus pertama, ini berarti jumlah murid rata-rata per sekolah cenderung turun lantaran berkurangnya jumlah anak sementara jumlah sekolah tidak banyak berubah. Dengan sedikitnya murid, ini berarti dana pemerintah yang turun juga berkurang.
Di episode 13 ini adalah saat kebangkitan Wakana dengan selesainya lagu 'radiant melody'. Setelah festival, Sawa pindah lantaran dia harus menyesuaikan diri dengan bahasa Inggris (ini memberi kita tebakan kalau dia entah belajar berkuda di Inggris atau Wild West). Kemudian si Wien ini kembali bertemu dengan kawannya di Austria. Tanaka masuk universitas yang tradisi bulutangkisnya kuat (Indonesia? Impossibru!). Konatsu ke universitas juga, lalu dia dibajak masuk klub musik (fifty-fifty). Wakana entah jadi ronnin (menunda masuk univ) atau langsung diterima di akademi musik lantaran ada dua scene yang menjadi tanda tanya: dia belajar musik dibawah bimbingan Naoko, sama dia bilang "Tadaima" setelah beberapa waktu.

Judgement

Sound: Perfect score!! Lagu-lagunya sukses bikin eargasm (klepek-klepek). Efek suara standar dan sesuai harapan. Di anime ini, musik beredar dalam jumlah besar. List Insert song-nya:
  • "goin' my way", versi Konatsu dan paduan suara 'resmi'
  • "Reflectia" versi paduan suara empat suara (yap, ini lagunya Eufonius)
  • "Amigo! Amigo!" dari Condor Queen (Trio dengan gaya Meksiko)
  • "Kokoro no Senritsu" dalam multi-versi: duet Konatsu-Sawa, quintet (tampil berlima) BSH, pendiri paduan suara, sama versi resmi paduan suara sekarang
  • "Hau'oli " dari Gasshou-bu (klub BSH ini) minus Wakana
  • "Nettou Hero Ganbaraiger" dari Gasshou-bu komplit
  • "radiant melody" dari Gasshou-bu dengan backup dari paduan suara resmi, klub orkestra, band, dll.
Opening theme: "Dreamer" dari AiRI.
Ending theme: "Shiokaze no Harmoni" dari Gasshou-bu.
Nilai akhir: 250/250

Design: Moe!! Anime ini nyaris jadi contoh tekstual bagaimana moe perlu digambarkan. Perkecualian di postur mereka dan desain tulang wajahnya. Sementara moe didesain dengan tinggi 5-7 ukuran kepala, anime ini lebih banyak wara-wiri di kisaran rata-rata 7,1. Desain wajahnya menyerempet karakteristik moe, dengan desain ukuran mata sekitar 1/5 tinggi wajah (moe standarnya nyaris 1/3). Lingkungannya juga digambar mendekati kenyataan lantaran mengambil setting di tempat yang betulan ada.
Nilai akhir: 200/200

Plot: patut disayangkan. Anime yang sebetulnya bisa multi-arc dengan tempo yang tidak terlalu cepat seperti ini mestinya bisa double-cours (22-27 episode). Dipadukan dengan permainan emosi saat episode 5, anime ini sukses membuat mindblown-nyaris-mewek. Akhir anime ini bisa dibilang mantap karena semua masalah selesai dengan bahagia.
Nilai akhir: 484/500

Fanservice: tidak jauh lebih baik dari La Corda. Paling jauh adalah adegan bikini shot saat mau festival di episode 4, tidak lebih. Lainnya adalah doping buat para penggemar oppai besar dan loli lantaran dua-duanya ada di sini.
Nilai akhir: 44/50

Nilai total: 978/1000 dengan Credit Point 79/80. Stalemate untuk posisi tiga
Komentar: Head-on lawan La Corda D'Oro. Di supercup, dia di posisi dua (dongkel La Corda sama R-15).

02 Oktober 2012

Superbug (Bakteri kebal antibiotik)

Apa obat terampuh untuk infeksi bakteri? Hampir semua orang akan menjawab antibiotik (mungkin akan ada yang sebut methicilin, penicilin, atau apalah; namun itu semua adalah antibiotik). Sayangnya sebagian dari mereka mulai tidak efektif karena kebanyakan bakteri sekarang mulai memiliki resistensi terhadap antibiotik. Bakteri yang mulai kebal antibiotik itulah yang lazimnya dipanggil di luar negeri sebagai superbug.

Superbug lahir melalui seleksi alam, persetan dengan teori evolusi yang mana. Hal ini dikarenakan seleksi alam merupakan mekanisme natural untuk memilih makhluk hidup yang layak bertahan di dunia dan sialnya ini juga berlaku bagi bakteri biang penyakit dengan mekanisme seleksi berupa antibiotik ini sendiri. Seleksi alam disini adalah penyalahgunaan antibiotik dimana antibiotik yang semestinya dipakai HANYA untuk penyembuhan penyakit berbasis bakteri justru dipakai untuk pencegahan dan penanganan penyakit yang belum jelas biang keroknya.

Kemudian, superbug ini sendiri memiliki beragam cara untuk mengerjai antibiotik yang secara teoritis dipakai untuk menghajar bakteri. Ragam mekanisme ini dikarenakan oleh hasil seleksi alam selama mereka dihujani antibiotik plus tiga setengah miliar tahun sejak bakteri muncul di planet ini dan antibiotik belum ada di pasar dalam wujud obat (Drexler, 2002, 145-146). Ada bakteri yang berhasil mengusir musuhnya sebelum si antibiotik bahkan sempat masuk ke dalamnya atau membuat masalah di dalam bakteri, ada juga yang membuat enzim spesifik untuk menghabisi antibiotik langsung seperti rudal jelajah, sampai ada yang "ngetroll" dengan membuat enzim tiruan yang memang itu target asli si antibiotik (seperti bunga api dari pesawat tempur menjebak rudal pencari panas lawan) dan menjadikan antibiotiknya impoten karena duluan dipakai untuk melalap jebakan.
Mekanisme yang paling tidak terduga untuk mengerjai antibiotik adalah pertukaran kode gen melalui plasmid dan penugasan yang berbeda. Pertukaran plasmid ini memungkinkan bakteri untuk saling menukarkan gen mereka secara bebas dan itu bisa jadi kode gen yang spesifik untuk menangkal antibiotik. Pengalih-tugasan gen sendiri pada dasarnya berdasarkan dugaan bahwa gen resisten antibiotik sudah ada duluan dan dipakai untuk tugas 'housekeeping' dan kebetulan gen itu sudah siap pakai saat bakteri ini diguyur antibiotik (Drexler, 2002, 146-147).

Solusi terbaik sekaligus paling pasti adalah robot nano yang dikendalikan secara semi-otomatis dan berfungsi untuk menghancurkan bakteri secara fisik (antibiotik melakukannya dengan cara kimia). Menurut Michio Kaku di halaman 182-184 buku "Physics Of The Future" terbitan Doubleday tahun 2011, robot nano ini akan diarahkan ke sel kanker yang memiliki bentuk berbeda dengan sel sehat dan si robot ini menghancurkan targetnya dengan memanggangnya sampai hancur menggunakan panas (atau elektromagnetik) hasil pancaran partikel nano. Karena bakteri dan sel kanker sama-sama berbeda dengan sel tubuh, partikel nano ini bisa diarahkan ke bakteri biang masalah dan diperintahkan untuk beraksi. Apapun yang dilakukan si bakteri, dia tidak mungkin bisa menangkal gelombang panas. Keuntungan dari metode ini adalah tidak adanya kans seleksi alam karena si bakteri dihabisi tanpa pandang bulu dan sulit nyaris mustahil menandingi kekuatan robot dalam mengatasi bakteri.

Superbug adalah bakteri yang kebal antibiotik. Mereka memiliki cara yang unik dan kreatif sebagai hasil seleksi alam yang manusia lakukan dengan sembrono. Saat ini, solusi yang sedang digodok sekaligus solusi terbaik adalah nanoteknologi yang menghasilkan robot. Sangat disarankan untuk berinvestasi di teknologi nano karena ketiadaan peluang seleksi alam yang menimbulkan resistensi terhadap gelombang elektromagnet yang merusak suprastruktur tanpa ampun.



Referensi :
"Physics of the Future" - Michio Kaku, 2011
"Secret Agents, The Menace of Emerging Infection" - Madeline Drexler, 2002
 
Tweets by @RealCruiser