Welcome!!

Selamat datang di blog milik Andika Candra Jaya (a.k.a TheCruiser)

18 Juni 2013

Random Rage: Wannabe Earth-savers, maumu apa?!

Prolog Pra-rebuttal (entah apa padanannya dalam bahasa kita)

Oke, Earth Hour; acara yang diklaim oleh banyak orang dapat menyelamatkan planet Bumi kita tercinta. Acara ini dilaksanakan dengan mematikan listrik (salah satu pembuang emisi terkuat) dan menggelar acara "irit energi" dalam tanda kutip. Untuk apa? Satu yang jelas: menekan emisi karbon dioksida di planet ini. Kita tahu karbon dioksida adalah biang kerok so-called "pemanasan global".
Sekarang, para earth hour maniac di tempatku sudah bertindak terlalu jauh dengan mematikan seluruh instalasi listrik di kawasan ini. Secara implisit, mereka memaksa kita ikut dalam pola pikir mereka. Secara pribadi, aku ingin mengutip Domon Ishijima dari tankobon Flame Of Recca 7-8: "Kalian, ini sudah keterlaluan. Aku akan membuat kalian berhenti bernafas." Agak ekstrim memang, tapi orang kadang harus bermain ekstrim untuk apa yang memang pada dasarnya adalah hak.

Apa pendapatku soal ini?

Setelah tanggal 6 Juni 2013 kemarin mereka melakukan 'first blood' dengan tindakan keterlaluan itu, sekarang giliranku melancarkan pukulan retaliasi (retaliatory strike) dengan menyuarakan pendapatku.
Pertama-tama aku ingin disclaimer dulu: Semua yang tertulis disini adalah murni opini dengan sedikit dukungan disini dan respon disana.

Opini awalku

Hal paling mengganggu dalam acara Earth Hour kali ini adalah 'Panitia Mematikan Listrik Secara Paksa DAN Sepihak Dari Instalasi Listrik Pusat.' Halo! Kalau kalian memang segitu niatnya untuk menghemat listrik, kenapa harus memaksa kami untuk melakukan cara kalian? Apa kalian ingin dianggap sukses menekan pemakaian listrik dengan mengorbankan orang lain? Dasar FASIS!!

Disini aku ingin bicara dari sudut pandang orang yang keperluan listriknya absolut demi komputerku. Satu gangguan suplai listrik sama dengan mandul karena komputer PC pasti mati sekali listrik mati. Un-interrupted Power Supply pun hanya bisa memberikan suplai daya untuk 35-40 menit, hanya cukup untuk menyimpan kerjaan kita saat itu dan mematikan komputer kita. Laptop mungkin bisa hold-out selama 2-3 jam dengan mode power saving, tapi mode power saving ini membuat kinerja laptop turun drastis karena suplai daya ke seluruh komponen laptop berkurang. Smartphone-slash-tablet? Aku belum pernah dengar ada aplikasi kelas berat bisa jalan di dua gadget itu, jadi aku bisa mengabaikan dua alat itu.

Kemudian, aku juga menyadari mereka memakai sound system dengan daya ribuan watt lengkap dengan tata cahaya dengan daya god-knows-how-many-kilowatt. Ini adalah kontradiksi: kita dipaksa tanpa listrik sementara mereka mengonsumsi listrik dalam orde belasan kilowatt, give or take half order.
Untuk acara sebelumnya, aku dapat peringatan awal kalau listrik mungkin blackout, jadi aku bisa kabur ke warnet di wilayah seberang. Kali ini mereka jago untuk membuat ini tanpa peringatan.
Kecurigaan terakhirku adalah mereka memaksa kita untuk menonton acara Bravo Sierra mereka. Kenapa kusebut Bravo Sierra? Karena mereka menyelenggarakan acara dengan mengonsumsi listrik sampai mengorbankan hak orang lain. Alasan lain adalah mereka 'memaksa' orang untuk ikut pola pikir mereka. Dua ini tidak bisa dibantah karena buktinya sudah jelas dan empiris: TOTAL BLACKOUT. Aku menyeret istilah 'Bravo Sierra', itu berarti omong kosong dalam versi English yang diperhalus dengan memakai NATO Phonetic Alphabet.

Rebuttal

Secara implisit kuasumsikan pola pikir mereka: "Total blackout for one or two hours per month is better than continuous power-saving mode". Sayangnya logika mereka sesat lagi menyesatkan dengan banyak alasan yang dapat dijawab dengan logika sederhana.

Alasan pertama adalah 'menyadarkan orang bahwa mereka bisa hidup tanpa listrik.' Oke, untuk yang ini aku ikut pola pikir kacrut-kacrut sok penyelamat planet ini. Mereka mungkin benar karena umat manusia sudah hidup sejak jaman purba tanpa listrik dan badan kita secara genetis sudah beradaptasi untuk itu (circadian rhythm). T-A-P-I, mereka melupakan fakta hitam diatas putih bahwa kemajuan saat ini dipicu oleh listrik yang ditemukan oleh dua ilmuwan berbeda paham: Nikolai Tesla dan Thomas Alva Edison. Sekali kita kehilangan listrik, kita sama dengan terpental ke jaman dulu
Alasan berikutnya: 'mematikan listrik secara paksa di jam off-business tidak mengganggu produktivitas.' Mereka benar lagi, tapi itu berlaku dalam asumsi semua pekerjaan memiliki pola kerja yang sama: pagi sampai sore plus lembur. Kesalahan logika mereka adalah ada beberapa pekerjaan yang tidak kenal waktu dan sialnya buatku adalah big-fat fraction pekerjaan model itu terkait IT misalnya OP server atau programmer/hacker, dua terakhir kerja dari magrib sampai hampir subuh lalu mereka tidur sampai waktunya dzuhur dengan dipotong isya dan tahajud. Atau orang yang memiliki fleksibilitas working from home, mereka bisa bekerja kapanpun mereka mau sepanjang deadline terselesaikan. Golongan ini adalah mereka yang bisa jadi mendapat musibah saat acara model ini dilaksanakan. Lagipula, listrik jalan atau tidak, pembangkit di pusat tetap harus jalan dengan kecepatan kira-kira sama untuk mencegah overload saat permintaan listrik dikembalikan ke normal.
Alasan ketiga adalah 'momen ini adalah saat bagi umat manusia untuk bertindak demi planet bumi tercinta.' Apa kalian pikir kami tidak bertindak? Contoh sederhana saja, aku membeli adaptor variable usage yang bisa menelan daya hampir nol saat laptopku non-aktif (aku tak mau cabut-lepas kabel daya saat laptopku tetap di dok karena itu akan menjalankan siklus charge-discharge yang akan memakan ketahanan baterai mesinku) dan lampu LED. Aku sendiri curiga kalau stand makanan di arena acara itu memakai pembungkus makanan 'konvensional' aka 'tidak ramah lingkungan' karena stand itu yang rebutan slot di tempat acara alih-alih dibayar oleh panitia acara.
Last but not least, 'pengurangan konsumsi listrik sama dengan pengurangan pengeluaran.' YOU DON'T SAY?? Mereka benar sepanjang tidak menggelar acara Bravo Sierra model ini. Offset total duit yang beredar di acara ini dan ongkos jasa penyelenggaraan acara, malah ujungnya sangat mungkin lebih mahal daripada business as usual (dengan mesin berefisiensi tinggi model komputer dengan CPU modern).

Kesimpulan

EARTH SAVER WANNABE, *(sensor)*!!! Kalian ingin 'menyelamatkan bumi' dengan mengorbankan hak orang lain untuk menyelesaikan urusannya?! Jangan mentang-mentang libur, kalian bisa seenak jidat memaksa orang untuk berhenti dengan urusannya dan ikut acara Foxtrot-ing Bravo Sierra kalian itu. Kami tahu kapan kami perlu istirahat dan kapan kami perlu kerja.

Intinya begini, Earth moment/Earth Hour itu omong kosong jika orang menolak untuk melakukan tindakan 'menjaga bumi' sebagai kebiasaan karena pada dasarnya itu hanya perayaan. Perayaan baru ada gunanya jika setiap orang yang terlibat di dalamnya menjadikan maknanya sebagai kebiasaan. Aku tahu aku mungkin main standar ganda, tapi aku memberikan 'fakta'
Untung disini tidak ada server, kalau ada, Ragunan/Taman Safari plus kerabat setan, penghuni neraka, dan alat vital keluar semua. Kalau meminjam istilah penterjemah di Machine Caliber di Suisei no Gargantia, 'fresh excrement' dan 'reproducing with your mother' nyampur juga. Just Intermezzo....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Tweets by @RealCruiser