What the heck is this kind of Bravo-Sierra?
Kita harus pisahkan "pasangan" ini sebelum bicara lebih lanjut.Cabe-cabean
Cabe-cabean: cewek berusia remaja yang hobi berkendara roda dua dan kerap terlibat dalam balapan liar, konon sebagai taruhan/piala bergilir untuk "dinikmati" sang pemenang. *muka IYKWIM Mister Bean*Ciri-ciri cabe ini sendiri sebagai berikut:
1. 3B: Behel, Blackberry, dan Berponi
Behel yang mereka pakai semata-mata demi bergaya alih-alih merapikan gigi. Konyolnya lagi, behel ini tidak dipasang di dokter gigi resmi atas alibi gegayaan.
Lalu Blackberry yang konteks asasinya adalah smartphone bisnis, disalahgunakan oleh mereka untuk bergaya dan update status BBM.
Terakhir berponi, hanya langit yang tahu maunya mereka apa dengan berponi lalu naik motor. Lagian helm juga bakal nutupin itu poni, koq. KECUALI, si cabe ini nekad berkendara motor
2. Boncengan bertiga, main hape lalu ngebut
Biasanya sih mereka ini karena (konon) baru bisa menendarai si kuda besi, mereka cenderung ngebut semata-mata menunjukkan pada pengguna jalan kalau mereka juga bisa dan mereka itu keren. Aku menyerah soal ini karena sebagai remaja 'labil' yang ingin dipandang keren oleh masyarakat.
Lalu main hape, biasanya sih mereka yang ngebonceng di belakang itu yang main hape. Mukegile kalau si pengendara juga ikutan main hape.
Ngebut biasanya kalau melewati pria (entah lagi nongkrong atau sesama pengendara) untuk menarik perhatian.
3. Cabe teriak Cabe!!
Mereka mana mau ngaku kalau mereka itu cabe-cabean.
4. Selalu update status
Kayaknya ini haram buat mereka kalau sampai lupa update status layaknya doa (no offense, buddy). Apa yang mereka update? Kegiatan mereka, interaksi sekitar mereka, kadang kalau kasusnya serius bisa foto-foto dengan gaya yang bikin orang normal bilang, "Oh My GOD!" atau semacamnya. Kayak orang peduli aja, mereka biasanya memberi kabar yang sifatnya trivial.
Sialnya lagi, mereka masih memberdayakan bahasa '4Laiy' dengan struktur kata yang berlebihan dan mencampurkan angka dan huruf dan simbol. Saat mereka galau, bersiaplah mendapat status galau-bijak di socmed.
Soal foto, konon katanya mereka paling doyan selfie (no offense to all those selfies over there) pakai aplikasi yang lebih greget dari photoshop. Kalau Adobe Photoshop perlu skill, aplikasi model ini tidak
5. Pacaran di sembarang tempat
UDAH JELAS!! *single/jomblo ngamuk*
6. Makeup salah waktu
Terlalu memaksakan dandanan euy, kadang muka sama leher ke bawah tabrak warna.
7. Pasang foto editan di socmed
Sama jelasnya, biar terlihat lebih fotogenik, dan lebih menarik lawan jenis.
8. Berbusana minim
baju ketat dan celana pendek adalah standar. Gebleknya, mereka berbusana model itu tanpa kenal waktu! Di pesawat udara, contohnya, mereka tetap pakai hotpants walaupun AC pesawat itu dinginnya edan-edanan (aku pakai jaket model gakuran aja masih setengah beku).
Ada lagi versi lainnya: cabe-cabean, bicara kasar sekasar-kasarnya, adalah PE-LA-CUR! Ya, di koran (terutama situs kompas.com) biasanya menyebut cabe-cabean sekarang sebagai itu (menukarkan uang dengan kenikmatan duniawi bawah pusar). Cari aja di kompas.com soal "Fenomena Cabe-Cabean," mungkin sudah lenyap, mungkin belum.
Terong-Terongan? Apa pula itu?
Sederhananya sih alay versi cowok on steroids (alay level ekstrim). Konon katanya, ini digadang-gadang alay bertipe "melambai" model bintang TV [sensor] yang itu tuh... Versi lain dari terong-terongan: bocah setingkat SMA yang hobi tawuran.Ciri-ciri mereka:
- Sering memakai topi yang ketekuk.
Soal penampilan sih aku lepas tangan, kan itu hak mereka juga...
- Suka foto diri sendiri kamera biasanya di atas lalu mengunggahnya di jejaring sosial, Facebook.
*pokerface* Yang ini sih relik dari jaman alay dekade kemarin
- Gaya dan cara bicaranya melambai (kebanci-bancian) dan suka sesama jenis.
SON OF A GUN! Check six, check six!! Anyway, ini mungkin gegara LGBT rights yang di Indonesia mustahil terwujud, tapi yang sudah keduluan terinfeksi tetap ingin eksis dengan membentuk subculture model ini.
- Sering keluar malam untuk nongkrong dengan sesama terong-terongan.
Dengan kesibukan modern, kapan lagi bisa keluar untuk sekedar nongkrong? Weekend? Buat sebagian orang, weekend untuk nongkrong itu seringkali kurang, dijamin!
Menurut Young Lex, mereka biasanya setingkat SMA, pakai topi ketekuk, pasang foto di [insert social media sites here] saat menghisap ganja/rokok.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar