Welcome!!

Selamat datang di blog milik Andika Candra Jaya (a.k.a TheCruiser)

20 Januari 2012

TNI Perlu Kapabilitas Ofensif dan Harus Sekarang!!

Tentara Nasional Indonesia di bawah ancaman serbuan dari Sonora (Sono agak utara). Apa reaksi Komisi 1 DPR? Tidak ada!! Padahal kita hidup di negara "Zero Enemy" dengan kepungan negara antek-antek barat. Untuk itu, kita perlu mempertahankan diri kita andaikan barat berniat menguasai kita dengan jalan invasi. Apa yang bisa dilakukan untuk mempertahankan diri dari musuh selain pasukan kita? Tentunya menambah alutsista sesuai keperluan kita.
Mengapa kita perlu melindungi diri kita tanpa bergantung negara manapun? Karena prinsip kita adalah Bebas Aktif. Tidak terikat aliansi dengan siapapun dan aktif melaksanakan ketertiban dunia. Apalagi kita dikepung antek barat yang seandainya menyerang akan memblokir bantuan dari kawan kita. Katakan saja Rusia atau China.

Alutsista wajib TNI :
  1. AD :
    1. MBT. Tank tempur utama yang mudah dicari contohnya. Leopard 2, M1A2 Abrams, T-90, LeClerc, dll. Namun pro-kontra disini dikarenakan :
      1. Ambles di medan jelek. Memangnya MBT tidak dirancang untuk menyapu rawa/sawah?? Waktu PD II, Jerman dengan Panzer VI yang bahkan lebih berat dari mayoritas MBT sekarang masih bisa melalap ladang gembur di Rusia.
      2. Menghancurkan jembatan. Untuk apa kemampuan waterfording?? Untuk menghilangkan keperluan jembatan itu sendiri.
      3. Sudah ada senjata anti-tank. ATGM mungkin bisa, tapi bukannya perlu didatangi dulu MBT yang jadi target? Disini terjadi beban psikologis untuk terus maju walaupun kawan-kawan sepeleton disapu senapan mesin cadangan MBT target.
      4. Tinggal disapu dari udara. MBT sekarang bisa menangkis serangan rudal AGM dengan senapan cadangan ini dan balas menghajar pesawat yang mendekat dengan MANPADS yang bisa disimpan di atap turetnya.
    2. APC. Pengangkut personil yang dilindungi. Kita sudah membuatnya sendiri (si Anoa), asal jangan dipolitisasi, TNI akan sanggup mengirim pasukan dengan mudah. Lupakan dulu APC kecuali Anoa dianggap tidak cocok.
    3. Howitzer. Apa bedanya dengan meriam biasa? Howitzer biasanya memberikan tembakan tidak langsung dengan elevasi lebih tinggi sementara meriam biasa langsung mengincar targetnya. Coba PzH 2000 atau M109 sebagai opsi awal dengan alasan seperti MBT karena bentuknya secara garis besar mirip.
  2. AL :
    1. Kapal selam (submarine), ini kewajiban hukum untuk kita kalau mau mempertahankan alur laut kita tanpa terdeteksi dengan cepat. Tidak hanya kapal selam biasa, namun kita juga perlu memiliki midget submarine alias kapal selam berukuran kecil yang berawak sedikit untuk memancing helikopter anti-KS lawan yang nantinya akan dijebak pertahanan udara kawan.
    2. Kapal pendarat pasukan. Tentu saja ini krusial untuk operasi amfibi seperti invasi D-Day 6 Juni 1944 atau operasi merebut pulau yang sudah dikuasai musuh seperti latihan rutin kita. Kita bisa mempertimbangkan desain yang mampu mengangkut satu-dua peleton sekali jalan yang tentunya bisa mempertahankan diri dari serangan musuh.
    3. Kapal perusak (destroyer) untuk memimpin satuan tugas patroli. Isinya minimal harus rudal anti-kapal sekelas Oniks, beberapa heli anti-kapal selam, sistem pertahanan udara wilayah dan torpedo berpandu. Selain itu, destroyer ini harus memiliki kemampuan tempur tiga dimensi (permukaan, udara dan bawah air).
    4. Kapal jelajah (cruiser) yang bisa dijadikan kapal komando armada. Isinya harus lebih baik dari kapal destroyer dan memiliki jangkauan lebih jauh. Kalau mungkin, kapal ini dibekali dengan AEGIS Combat System atau sejenisnya.
    5. Frigat atau mungkin setara PKR yang bisa dipakai untuk mengawal si penjelajah keliling Indonesia. Isinya terspesialisasi untuk mengurangi kebingungan mana destroyer mana frigate. Rasionya mungkin 1 cruiser berbanding 6 frigate untuk pertarungan tiga-dimensi sudah memadai.
  3. AU
    1. Jet tempur multi-peran. Saat ini TNI AU sedang melakukan pangadaan MRCA (F-16), tapi kapabilitas udara-udara dari si Falcon ini layak dipertanyakan karena tidak ada AAM jarak menengah untuk menangkal serbuan musuh. Percuma radar yang sanggup menyasar jarak jauh jika kita bahkan tidak bisa menghajarnya sebelum masuk jarak pandang. Di masa depan, KIFX akan sangat berguna.
    2. Helikopter serbu. Memang AD juga memerlukannya, namun doktrin kita mirip dengan pernyataan bahwa satu matra mengurus secara eksklusif wilayahnya sendiri, sehingga kita bisa mendefinisikan bantuan tempur udara menjadi tanggung jawab AU. Banyak negara memilih helikopter serbu untuk menopang infanteri dan kavaleri sebagai dukungan tembakan (gunship) atau penanda titik target artileri.
    3. Pesawat pengangkut strategis. Disini arti kata "strategis" adalah memiliki jangkauan jauh, yang artinya kita memerlukan pesawat angkut jarak jauh dan tidak memerlukan pendaratan untuk isi avtur sekalinya terbang sampai selesai misi.
    4. Jet tempur superioritas udara. Su-27 mungkin adalah tipe terbaik untuk ini, tapi di masa depan saat tetangga mulai mendapatkan F-35 yang semi-stealth, ini adalah mimpi buruk jika superioritas udara kita bahkan tidak bisa melacaknya atau kita tertembak tanpa sempat mengetahui si penyerang. Tipe terbaik untuk ini adalah Sukhoi T-50 atau J-20 seperti idola anak-anak pulau 140 Kaskus.
    5. Pengebom strategis. Ini mungkin terdengar gila, tapi percayalah kalau kita akan memerlukan strategic bomber. Kita perlu penggentar yang luar biasa untuk mendiamkan tetangga yang suka cari ribut. Jangan saja dijejali bom nuklir, mereka akan tutup mulut atau mewek ke bos mereka di ujung timur laut Atlantik dan kita biarkan IAEA mempreteli semua instalasi penelitian nuklir kita. Beres perkara.
  4. Alutsista Strategis lainnya
    1. Rudal darat-udara. Selain MANPADS, TNI wajib memiliki SAM battery sebagai teman S-60 yang merupakan Arhanud sementara untuk melawan jet termpur, arhanud sudah tidak bisa berbicara apapun
    2. Instalasi radar.
Tentu saja mustahil untuk memenuhi semuanya sekaligus. Tapi setiap matra memiliki alokasi dan prioritas. Untuk alutsista nomor 1 di setiap matra, aku berani menantang debat sampai habis kenapa dia yang paling penting. Yang peringkat 2 kebelakang di setiap matra aku bisa mengatur ulang kalau ada alasan yang sangat kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Tweets by @RealCruiser