Welcome!!

Selamat datang di blog milik Andika Candra Jaya (a.k.a TheCruiser)

19 September 2013

Four-way Music-laden Anime Comparison and Contrast

La Corda D'Oro (La Corda), Senki Zesshou Symphogear (Symphogear), AKB0048 (Zero-Zero), dan Tari Tari adalah empat anime bernafaskan musik dan konser walaupun mereka memanfaatkannya dalam tingkat yang berbeda. Ya, mereka adalah empat anime dengan peringkat tinggi di Piala Anime Cruiser. Mungkin kreator liganya sendiri cenderung bias ke anime berbasis musik

Keempat anime memang padat dengan musik sampai-sampai seakan-akan hidup semua karakternya berputar di sekitar musik. Namun mereka berbeda dalam jenis musiknya.
La Corda dipadati musik klasik yang dibuat oleh musisi jaman jebot yang sudah terkenal (Beethoven, Mozart, Bach, Brahms, you-mention-it). Dalam anime-nya sendiri, La Corda terpaksa memendekkan sesi konser untuk memberi ruang pada intrik romansa REVERSE HAREM (sebenarnya ini anime dengan target demografi Shoujo alias remaja putri).
Symphogear dan Zero-Zero lebih mengandalkan musik upbeat sebagai pengisi lagu mereka dengan pendekatan berbeda. Symphogear memakai lagu original yang dibuat khusus untuk anime tersebut sementara Zero-Zero memakai lagu-lagu milik AKB48 dan eskader kembarannya (JKT48, TPE48, dll).
Tari Tari memakai lagu hibrida antara upbeat dan pop-klasik. Semua lagu Tari Tari sendiri pada dasarnya sama saja dengan Symphogear soal rancangannya (original dari nol untuk anime itu).

Mereka memang sama-sama menggunakan musik secara ekstensif dan ada banyak adegan khusus untuk musik dan konser itu plus mayoritas sumber daya di anime tersebut tercurah spesifik untuk keduanya. Namun, keempatnya memiliki mekanisme berbeda untuk pemanfaatan musiknya. La Corda memakai musik sebagai ajang untuk ukur skill dan mencurahkan perasaannya karena konser di mayoritas cerita La Corda sendiri adalah bagian dari kompetisi musik internal mereka.
Symphogear, di sisi lain, memakai musik sebagai media untuk mengalirkan kekuatan ke armor mereka sebagian dikarenakan judulnya sendiri merupakan kata jadian dari "Symphonic Gear" seperti sudah dijabarkan di entri lain blog ini.
AKB0048 memakai musik dan konser untuk gerilya melawan pemerintah yang mana melarang segala wujud hiburan termasuk idola. Ya, Zero-Zero adalah pasukan anti-pemerintah dengan dukungan WOTA sebagai milisi mereka.
Tari Tari, sesuai referensi di Jawa Pos tertanggal 1 Agustus 2012, memakai musik untuk mencapai masing-masing individu. Satu-satunya konser skala besar di TariTari hanya di akhir cerita dengan judul "radiant melody" yang konon digubah oleh mendiang Mahiru (maknya Wakana) dan Wakana Sakai. Dan anime ini ending-nya solid tanpa adanya cerita yang sengaja dibiarkan 'gantung'

Untuk kesetaraan kompetisi, aspek desain akan fokus ke desain karakter cewek. La Corda dan Symphogear berkompetisi secara langsung sementara Zero-zero memiliki desain sendiri dan Tari Tari bermain textbook.
La Corda memiliki desain karakter cenderung mengarah ke bishojo (cewek cantik) karena memang pada dasarnya La Corda ini dikhususkan untuk cewek dimana karakter cowok lebih diutamakan. Kecuali tentu saja, mata semua karakter di anime ini tidak bersinar-sinar seperti di anime Shoujo lainnya.
Symphogear lebih mengarah ke kombinasi bishojo dan moe (imut). Terutama di Symphogear G, aspek imutnya lebih ditonjolkan dengan kehadiran loli.
Zero-zero memiliki desain sendiri (melabrak pakem) dengan desain mata yang bersinar dengan bentuk tertentu.
Di sisi ekstrim, Tari Tari dapat dianggap textbook example soal moe (dari wikipedia)

Aspek fanservice keempat anime ini ibarat jaka sembung naik ojek (gak nyambung, jek). Symphogear sampai tingkat adegan mandi yang tentunya disensor sana-sini atau paling jauh glancing shot sado-masokisme dari episode 5. Zero-Zero mentok di bikini shot saat sesi foto gravure untuk majalah. La Corda hanya adegan 'nyaris' ciuman yang notabene tipikal untuk sebuah anime roman. Tari Tari main di bikini shot saat musim panas. Keempatnya tidak memiliki fanservice yang terlalu dahsyat

Kesimpulan: Genre musik sebetulnya masih memiliki banyak ruang ekspansi dan ada cukup anime berbasis musik diluar sana untuk dieksploitasi misalnya K-On, Uta no Prince Sama, dan masih ada cukup anime untuk dibuatkan liga khusus anime dengan genre musik.

Referensi:
en.wikipedia.org/wiki (tinggal cari dengan keyword anime-anime tersebut diatas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Tweets by @RealCruiser