Barang standar untuk EDC biasanya uang tunai (pecahan kecil lebih disukai, misalnya 1000 sampai 10000), kartu ATM/kredit (kalau punya), identitas diri (apapun yang legal untuk umur pembaca), HP (kalau tak punya, bisa dikatai "cave man"), bolpoin dan sedikit kertas, dan kunci rumah/kamar/kendaraan. Diluar standar itu tergantung pekerjaan dan bidangnya. Yang terpenting adalah EDC ini muat dalam saku celana atau tas kecil yang tidak terlalu menarik perhatian. Contohnya :
- Mahasiswa/pelajar (seperti penulis) mungkin memerlukan Flash Disk atau Memory Card (plus adaptor dan reader) berdaya tampung minimal 4 GB yang berisi aplikasi portabel dan data-data tugas biar bisa bikin tugas dimanapun dalam sikon apapun sepanjang ada komputer berfungsi. Logikanya, warnet bisa diakses dengan tarif 3000-5000 per jam dengan sistem tagihan pecahan (per 10-30 menit), memungkinkan siapapun untuk mengerjakan tugas dan mungkin dibantu dengan informasi yang melimpah dari internet. Aplikasi portabel itu setengah wajib siapa tahu warnet itu menggunakan office suite yang berbeda untuk mencegah "bencana logistik".
- Orang yang tinggal di kawasan dengan kriminalitas tinggi perlu alat bela diri yang layak. Mungkin dia memerlukan Pisau Tentara Swiss atau pulpen tanpa tinta untuk menghajar penjahat yang berniat merampoknya.
- Paramedis akan merasa tertolong kalau mereka selalu menyimpan sarung tangan karet di saku celananya kalau-kalau ada orang yang mendadak perlu pertolongan medis dan ambulans terdekat baru akan datang dalam beberapa puluh menit.
- Orang-orang dengan penyakit tertentu, terutama yang memerlukan obat-obatan dalam jangka waktu tertentu, pasti membawa obat mereka. Nah, obat-obatan ini juga termasuk dalam EDC.
- Perokok berat pasti bersyukur kalau ada geretan/korek api dalam kantongnya. Karena mereka tidak perlu potong urat malu untuk meminta korek api atau meminjam geretan.
Daftar barang-barang yang umum untuk EDC
- Pisau Tentara Swiss (nama aslinya Swiss Army Knife) atau multi-tool. Hati-hati di bandara untuk satu ini karena pasti memancing kecurigaan keamanan bandara
- Jam tangan (tergantung selera, mau analog atau digital). Analog bisa diajak tanpa baterai sementara digital lebih mudah disetel dan lebih akurat.
- Lampu senter LED berukuran kecil, ditenagai baterai AAA atau LR44. Kalau beruntung, yang dijual sekaligus laser dan bolpoin jauh lebih memadai
- Apapun untuk membuat keributan sekaligus memberi tanda bahaya. Peluit cukup oke.
- HP atau alat komunikasi apapun. HP kamera dan radio sekaligus adalah dewa penolong karena kamera bisa dipakai merekam bukti kejadian dan radio bisa dipakai melacak berita.
- Makanan dan minuman darurat. Sebotol air (600 mL) dan sebungkus makanan kaya energi dengan indeks glikemik rendah (sebut merek : Soyjoy) sudah cukup untuk hari itu tanpa bencana.
- Alat tulis (bolpoin, pensil, kertas) memiliki dua fungsi. Satunya untuk menulis sementara yang lain sebagai alat bela diri. Pakai bolpoin atau pensil mekanis untuk menghajar lawan yang macam-macam tepat di matanya. Pensil kayu biasa tidak dianjurkan karena pasti patah dalam sekali pakai.
- Obat-obatan pribadi. Bawa selalu kalau punya penyakit tertentu atau obat-obatan umum sejenis aspirin, antasida, atau parasetamol kalau terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Bawa dalam bungkusnya dan pastikan bersama resep dokter untuk menghindari masalah dengan polkis.
- Kira-kira dua meter tali plastik atau rafia. Siapa tahu perlu, bawa saja dalam kantong obat.
- Saputangan atau sejenisnya. Kalau bersin, itu cukup menolong mencegah apapun dalam tubuh untuk keluar tanpa kendali. Nanti akan tahu sendiri apa fungsinya, bawa saja dalam kantong celana
- Kunci lengkap dengan gantungannya untuk aksesoris yang diperlukan, sebut saja gunting kuku, lampu LED, gunting lipat, karabiner buat panjat, dan pisau lipat.
- Sarung tangan. Mungkin jarang dipakai, bawa saja dalam paket yang agak besar.
- Survival kit (paket bertahan hidup di hutan). Kalau punya kenalan hobi kemah atau bekas Sispala/Mapala/Pramuka atau tentara, dia pasti punya barang seperti itu. Ada beberapa jenis survival kit.
- Paket survival dalam ransel. Ini sudah standar untuk mereka. Isinya standar juga, seperti peralatan pertolongan pertama, alat untuk mengolah makanan mentah, dan alat bantu membuat bivak (tempat tinggal sementara). Nama jargonnya adalah Bug-Out Bag.
- Paket dalam mobil. Mungkin tidak umum di Indonesia, tapi bagi survivalist AS, ini sangat standar. Isinya adalah perluasan dari paket ransel plus paket perawatan untuk mobil itu. Dipanggil di AS sana sebagai Bug-Out Vehicle.
- Paket ketiga adalah paket mini. Ini hampir pasti hanya segelintir orang Indonesia yang tahu apaan itu paket survival mini. Biasanya sispala hanya mengenalinya sebagai "paket terakhir dalam situasi survival". Isinya sebenarnya sama saja secara esensial, tapi di Amerika dibuat dari kaleng altoid dan di Indonesia biasanya dibuat sendiri dari wadah apapun yang bisa kedap air. Para survivalist Amerika kompak menamainya Bug-Out Altoid Tins.
- Senjata api. Ini sih ilegal di Indonesia, tapi di barat ini cukup jamak. Kalau mau tinggal di AS, silakan saja mempertimbangkan senjata api sebagai EDC.
- Lakban/duct tape. Kadang-kadang berguna karena kekuatan lakban terhadap regangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar