Welcome!!

Selamat datang di blog milik Andika Candra Jaya (a.k.a TheCruiser)

12 Februari 2012

Cookbook for Undergraduate

Kehidupan mahasiswa S-1 yang agak time-and-money-restrictive kadang membuat kita terpaksa mengorbankan uang makan kita yang sudah agak 'cekak' demi kesenangan/nilai baik. Untuk itu, Cruiser yang mengerti nasib mahasiswa dorm/indekos berbaik hati membagi rahasia kuliner ala kos-kosan.

Rahasia masak di dorm/kos-kosan berukuran kecil adalah ukuran alatmu. Alat masak dari stainless steel yang bisa dibeli di toko elektronik manapun dengan harga 170.000 rupiah (nabung sedikit-sedikit juga sebulan cukup) dan hanya mengonsumsi 150-250 watt. Esensi dari dormitory cooking adalah "selama bisa mendidihkan air berkaldu, kita bisa memasak". Tidak punya waktu?? Masak setiap akhir pekan cukup untuk membalik keseimbangan gizi. Punya waktu untuk facebook-an, sebaiknya memasak barang 15-30 menit per minggu

Masak mi instan?? Lewat! Memang secara price-per-calorie, Indomie dan sejenisnya memiliki peringkat tertinggi di kalangan makanan, tapi konsekuensinya agak mengancam. Satu adalah minimnya serat yang jelas akan menimbulkan sembelit. Dua adalah lilinnya yang bisa membahayakan kesehatan.

Untuk bahannya, sayuran segar dan kentang sudah memadai. Kalau beli di supermarket yang bisa dijangkau dalam 5-10 menit dengan jalan kaki, sayuran biasanya murah (400-800 per ons, beli 1-3 ons per jenis). 1,5 ons wortel, 3 ons kentang dan satu jenis sayuran berdaun cukup untuk dua kali makan. Kita tidak perlu nasi karena kentang sudah tinggi karbohidrat. Kaldu bisa dibeli dalam kemasan sachet (satu sachet untuk satu kali memasak)

Alatnya, selain pemanas itu, pisau yang baik selalu menolong. Dianjurkan memakai pisau dapur biasa dengan harga paling mahal juga 20.000 rupiah, tapi kalau punya multi-tool (Swiss Army Knife), itu jauh lebih baik karena sifat multi-guna dari Swiss-Army. Talenan biasanya kanibal clipboard yang dilapis plastik, cukup untuk memotong sayuran segar.

Caranya memasak adalah :
1. Siapkan sayuran yang mau diolah.
1.a. Wortel bisa dipotong dadu/kotak. Semaunya saja
1.b. Kentang potong kotak juga, seperti wortel
1.c. Sayur berdaun bisa dimasak per helai daun atau dipotong sesukanya.
2. Panaskan air (200-350 ml) dan kaldu bubuk sampai mendidih
3. Masukkan kentang karena kentang paling lama matang. Mau bukti? Tanya tukang masak di warung langganan atau ibu kalian. Hati-hati dengan cipratan air mendidh karena suhunya melebihi 100 derajat Celcius (dengan asumsi kita kuliah di dataran rendah) yang disebabkan oleh adanya 'zat pengotor' kemurnian air alias kaldu itu sendiri.
4. Setelah 6-8 menit sejak kentangnya masuk air (ukur waktu pakai MP3), masukkan wortel lalu ulang ukur waktunya
5. Setelah 3-4 menit sejak wortelnya masuk (kalau pakai lagu sekarang, setelah ganti lagu), masukkan sayur berdaun
6. Sayur berdaun cukup 1,5 menit dimasak karena tipenya yang langsung matang.
7. Tuangkan ke mangkok atau kalau nekad, makan langsung dari alat masaknya.

Contoh masakan anak kos lengkap dengan pisaunya :
Sup wortel-kentang-sawi
Carrot soup and boiled carrot-potato-leafy veg (I forgot)

2 komentar:

  1. Swiss Army Knife...?
    Welcome wildlife...

    BalasHapus
    Balasan
    1. The principle is make use of whatever available in hand. If mine is Leatherman (the knife sucks), then I'll write Leatherman

      Hapus

 
Tweets by @RealCruiser